This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

11 Juni 2016

JASA DESAIN MURAH RUMAH,TOKO,RUKO,DLL PURWOKERTO























Ada beberapa pilihan Paket untuk jenis Jasa Desain Gambar yang akan kami berikan kepada anda yang membutuhkan untuk keperluan pembangunan rumah,toko,ruko,gudang,dll diantaranya sebagai berikut :

^^^ PAKET 1 ^^^
Gambar Untuk Syarat Kelengkapann IMB

Harga : Rp 6.500,-/m2 (nego) Luas Lantai (luas bangunan)

> Gambar Meliputi :

- Gambar Site Plan
- Gambar Situasi
- Gambar Denah
- Gambar Tampak
- Gambar Potongan
- Gambar Rencana Pondasi
- Gambar Rencana Sloof
- Gambar Rencana Kolom
- Gambar Rencana Ringbalk
- Gambar Rencana Atap
- Gambar Rencana Instalasi Air Bersih dan Kotor
- Gambar Rencana Instalasi listrik ( titik lampu )

Contoh Perhitungan Biaya :
Misalnya total luas lantai / luas bangunan rumah adalah 45 m2.
Maka biayanya adalah 45 x Rp 6.500,- = Rp 292.500,-

^^^ PAKET 2 ^^^
Gambar Kerja 2D Untuk Keperluan Pembangunan ( Gambar Acuan Tukang )

Harga : Rp 11.500,-/m2 (nego) Luas Lantai (luas bangunan)

> Gambar Meliputi :

- Gambar Site Plan
- Gambar Situasi
- Gambar Denah
- Gambar Tampak
- Gambar Potongan
- Gambar Rencana Pondasi
- Gambar Detail Pondasi
- Gambar Rencana Sloof
- Gambar Rencana Kolom
- Gambar Rencana Instalasi Air Bersih dan Kotor
- Gambar Detail Septictank
- Gambar Rencana Pintu dan Jendela
- Gambar Detail Pintu dan Jendela
- Gambar Rencana Plafond
- Gambar Detail Plafond
- Gambar Rencana Instalasi listrik ( titik lampu )
- Gambar Rencana Ringbalk
- Gambar Rencana Atap
- Gambar Detail Kuda-Kuda Atap

Contoh Perhitungan Biaya :
Misalnya total luas lantai / luas bangunan rumah adalah 45 m2.
Maka biayanya adalah 45 x Rp 11.500,- = Rp 517.500,-

^^^ PAKET 3 ^^^
1.Gambar Kerja 2D Untuk Keperluan Pembangunan ( Gambar Acuan Tukang )
2.RAB ( Rencana Anggaran Biaya )

Harga : Rp 15.000,-/m2 (nego) Luas Lantai (luas bangunan)

> Gambar Meliputi :

1.Gambar Kerja 2D :
- Gambar Site Plan
- Gambar Situasi
- Gambar Denah
- Gambar Tampak
- Gambar Potongan
- Gambar Rencana Pondasi
- Gambar Detail Pondasi
- Gambar Rencana Sloof
- Gambar Rencana Kolom
- Gambar Rencana Instalasi Air Bersih dan Kotor
- Gambar Detail Septictank
- Gambar Rencana Pintu dan Jendela
- Gambar Detail Pintu dan Jendela
- Gambar Rencana Plafond
- Gambar Detail Plafond
- Gambar Rencana Instalasi listrik ( titik lampu )
- Gambar Rencana Ringbalk
- Gambar Rencana Atap
- Gambar Detail Kuda-Kuda Atap

2.RAB ( Rencana Anggaran Biaya )

Contoh Perhitungan Biaya :
Misalnya total luas lantai / luas bangunan rumah adalah 45 m2.
Maka biayanya adalah 45 x Rp 15.000,- = Rp 675.000,-

^^^ PAKET 4 ^^^
1.Gambar Kerja 2D Untuk Keperluan Pembangunan ( Gambar Acuan Tukang )
2. RAB ( Rencana Anggaran Biaya )
3.Gambar Presentasi 3 Dimensi

Harga : Rp 17.000,-/m2 (nego) Luas Lantai (luas bangunan)

> Gambar Meliputi :

1.Gambar Kerja 2D :
- Gambar Site Plan
- Gambar Situasi
- Gambar Denah
- Gambar Tampak
- Gambar Potongan
- Gambar Rencana Pondasi
- Gambar Detail Pondasi
- Gambar Rencana Sloof
- Gambar Rencana Kolom
- Gambar Rencana Instalasi Air Bersih dan Kotor
- Gambar Detail Septictank
- Gambar Rencana Pintu dan Jendela
- Gambar Detail Pintu dan Jendela
- Gambar Rencana Plafond
- Gambar Detail Plafond
- Gambar Rencana Instalasi listrik ( titik lampu )
- Gambar Rencana Ringbalk
- Gambar Rencana Atap
- Gambar Detail Kuda-Kuda Atap

2.RAB ( Rencana Anggaran Biaya )

3.Gambar Presentasi 3 Dimensi

Contoh Perhitungan Biaya :
Misalnya total luas lantai / luas bangunan rumah adalah 45 m2.
Maka biayanya adalah 45 x Rp 17.000,- = Rp 765.000,-

Setelah semua lingkup pekerjaan telah selesai dikerjakan maka hasil pekerjaan yang berupa hard copy (print out) akan diserahkan pada anda dan jika alamat pemesan berada di luar kota maka akan dikirim via jasa pengiriman / pos.
Untuk informasi lebih lanjut bisa langsung hubungi kami di :

Telpon / SMS : 089610512572
Pin BBM        : 5A34B696
Whatsapp       : 089610512572




18 Juli 2015

Jasa Desain Rumah Purwokerto Rp 17.000/m2



Kami menerima Jasa Desain Bangunan termurah ,desain sesuai keinginan anda dengan biaya Rp 17.000/m2 anda sudah mendapatkan gambar kerja (2d),gambar presentasi (3d), dan perhitungan RAB (Rencana Anggaran Biaya),untuk lebih lengkapnya meliputi penjelasan berikut ini.
1).Gambar Kerja 2D ( Shop Drawing ) :

a. Denah Rencana
b. Tampak
c. Potongan
d. Denah Rencana Pondasi
e. Denah Rencana Sloof
f.  Denah Rencana Pintu & Jendela
g. Denah Rencana Ringbalk
h. Denah Rencana Plafond
i.  Denah Rencana Utilitas 
j.  Denah Rencana  Atap
k .Detail Pondasi
l.  Detail Pintu & Jendela
m.Detail Plafond
n. Detail Kuda-Kuda Atap



CYMERA_20150718_174639.jpg


















2).Gambar Presentasi 3D :











3).RAB (Rencana Anggaran Biaya)
Rencana Anggaran Biaya adalah perhitungan banyaknya biaya yang diperlukan untuk bahan dan upah,serta biaya- biaya lain yang berhubungan dengan pelaksanaan bangunan atau proyek,dan disetiap daerah memiliki biaya yang berbeda-beda.

Aturan Main
Pada aturan main disini kami ingin memudahkan owner untuk proses pemesanan dan penjelasan lebih lanjut tentang kesepakatan pemesanan desain.
1. Tahap Kesepakatan
Semua diawali dari kesepakatan antara kami dengan pemakai jasa (owner) mengenai lingkup pekerjaan dan cara pembayaran (komunikasi bisa via telpon,sms,atau email).

2. Tahap Proses Desain
1. Setelah kami menerima data yang diberikan owner mengenai konsep desain, dan luas tanah (jika perlu difoto dan kirimkan pada kami) maka desain yang pertama kali dibuat meliputi denah dan desain 3D,yang selanjutnya akan didiskusikan dengan owner.
2. Setelah proses 1  disepakati dilanjutkan pada proses 2 yaitu pengerjaan desain,meliputi : pembuatan Gambar Kerja dan Gambar Presentasi 3D ,serta RAB (rencana anggaran biaya).
3. Proses terakhir yaitu setelah pengerjaan desain sudah selesai,kami akan megirimkan produk desain  berupa hardcopy (print out) dan softcopy (melalui email) kepada owner.

3. Tahap Pembayaran
Pembayaran dilakukan dalam 2 tahap yaitu :
a. Pembayaran sebesar 30% setelah  denah disepakati.
b. Pembayaran sebesar 70% setelah  3 dimensi disepakati
setelah semua lingkup pekerjaan telah selesai dikerjakan dan hard copy (print out) hasil pekerjaan akan dikirim ke alamat pemesan (jika diluar kota).


MUFALGO Design




Fast respons :
Email.            : muhammadalgozzy@gmail.com
PIN BBM      : 5A34B696
Telp/SMS      : 085726274600 / 089610512572 
Wassap          : 089610512572 

Instagram      :  @mufalgodesign


HASIL DESAIN

Desain Hunian Rumah Tinggal Perumahan :









Desain Ruko 2 Lantai :

Lokasi : Ledug,Purwokerto Timur







Desain Rumah Tinggal 2 Lantai :

Lokasi : Cikawung,Ajibarang







Desain Interior Ruangan :



1.Ruang Kerja 





2.Ruang Keluarga





3.Ruang Rapat







4.Dapur










Fast respons :
Email.            : muhammadalgozzy@gmail.com
PIN BBM      : 5A34B696
Telp/SMS      : 085726274600 / 089610512572
Wassap          : 089610512572
Instagram      :  @mufalgodesign














5 Maret 2014

Tugas Akhir

 Gambar-gambar berikut merupakan hasil render dari desain interior dan eksterior bangunan yang saya desain untuk tugas akhir di sekolah saya.Software yang digunakan untuk menggambar yaitu AutoCAD dan 3DS Max ,untuk lebih jelasnya silahkan disimak.

INTERIOR RUANG TIDUR UTAMA



INTERIOR RUANG TIDUR ANAK



INTERIOR RUANG KELUARGA



EKSTERIOR BANGUNAN



INTERIOR DAPUR

Design by : M.F.Alghozy


Terima Kasih sudah mengunjungi blog saya ,semoga bermanfaat dan tentunya dapat termotivasi :)

URUTAN KEGIATAN PROYEK

Pada proyek di bidang jasa konstruksi biasanya dilakukan urutan kegiatan sebagai berikut:


I. PRA-LELANG
1. Pemasaran
2. Penentuan keikutsertaan Prakwalifikasi
3. Pengambilan Dokumen Prakualifikasi
4. Proses Pembuatan Dokumen Prakualifikasi.
5. Undangan Lelang/ Tender
6. Penentuan Keikutsertaan Lelang /Tender

II. PROSES LELANG
1. Pengambilan Dokumen Lelang
2. Pembentukan Team Pelaksana Lelang
3. Membaca & Mempelajari Dokumen Lelang
4. Aanwijzing Kantor dan Lapangan
5. Pelajari lebih mendalam Dokumen lelang
6. Survey Lapangan
7. Perhitungan Volume
8. Metode Kerja
9. Sub Kontraktor
10. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
11. Pembuatan Pra Rencana Mutu Proyek
12. Plafond Harga Penawaran
13. Proses Komputer RAB, scheduling, resources plan, CM, analisa harga
14. Jaminan Bank, Referensi Bank dan Syarat-Syarat Administrasi.
15. Memperhitungkan ke-mampuan Lawan
16. Perhitungan Mark Up
17. Pengecekan dan Pemasukan Penawaran
18. Laporan hasil Lelang/ Tender
19. Data-data tetap

III. PASCA LELANG
1. Laporan Hasil Evaluasi Lelang
2. Klarifikasi & Negoisasi
3. Penunjukkan Pemenang


  • Surat Penunjukkan Pemenang
  • Surat Perintah Kerja/ SPK
  • Persiapan Pembuatan Kontrak
  • Peninjauan Proses Pembuatan Kontrak
4. Pembuatan Kontrak

IV. PRA PELAKSANAAN (Perencanaan)
1. Penyerahan Dokumen Lelang (Buku Merah)
2. Pembentukan Team Buku Biru
Tugas Team Buku Biru :

  • Survey Lapangan
  • Survey Laboratorium
  • Pengecekan Volume
  • Penyusunan Metode kerja
  • Perhitungan Harga Satuan Item Pekerjaan yang sudah mencakup K3 (Keselamatan & Kese-hatan Kerja)
  • Evaluasi Sub Kontraktor/Vendor
  • Proses Komputer
  • Penyusunan Buku Biru
3. Penyusunan Rencana Mutu Proyek (PQP)
4. Penyusunan RK3P (Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja)
5. Engineering (design)
6. Proses Produksi (Fabrikasi)

V. PELAKSANAAN

I. Tingkat Proyek
1. Pembentukan Organisasi Proyek & Penempatan SDM
2. Program Kerja Mingguan/Bulanan (Detail)
3. Proses Kegiatan Phisik di Lapangan
4. Proses Kegiatan Pengadaan & Penggunaan Peralatan
5. Proses Kegiatan Pengadaan & Penggunaan Tenaga Kerja
6. Proses Kegiatan Pengadaan & Penggunaan Material
7. Proses Kegiatan Pengadaan & Penggunaan Keuangan
8. Proses Kegiatan Pengadaan & Penggunaan Sub Kontraktor/Vendor
9. Proses Kegiatan Administrasi dengan Pihak Bouwheer (Client) dan Konsultan Pengawas/ Perencana
10. Proses Kegiatan Pelaksa naan K3 (Keselamatan & Kesehatan Kerja)

II. Tingkat Cabang
• Mobilisasi/Pengadaan Resources

VI. PENGENDALIAN
1. Waktu Pengendalian
2. Hal-hal yang perlu di kendalikan adalah :

  • Waktu Pelaksanaan (Phisik)
  • Alokasi Sumber Daya (Tenaga, Alat, Bahan, Dana)
  • Metode kerja
  • Keselamatan & Kesehatan Kerja (K3)
  • Sub-Kontraktor
  • Biaya Pelaksanaan & Termiyn
  • Mutu Pekerjaan
  • Manajemen
3. Tingkat Pengendalian
4. Revisi Piranti Pengendalian (Buku Biru)
5. Adendum Kontrak

VII. PENDATAAN
1. Evaluasi Proyek atas :

  • Buku Biru
  • Project Quality Plan / PQP
  • Pelaksanaan Biaya, Mutu, Waktu
  • Pelaksanaan K3
2. Pengarsipan Dokumen




sumber : http://kampuzsipil.blogspot.com/2011/09/urutan-kegiatan-proyek.html

Jadi Arsitek (Tidak) Harus Jago Gambar?


A : Kuliah jurusan apa? 
B : Arsitektur...  
A : Wah, pasti jago gambar deh.
Perkara gambar-menggambar memang sudah lekat sekali dengan dunia arsitektur. Lumrah kalau kebanyakan orang beranggapan bahwa arsitek atau mahasiswa arsitektur pastilah orang-orang yang pandai menggambar. Saking lumrahnya, saya yakin hampir semua mahasiswa arsitektur di seluruh Indonesia raya pasti pernah dapat komentar seperti yang saya tulis pada percakapan di atas. Sayangnya, pandangan tersebut akhirnya malah jadi “tembok penghalang” bagi sebagian orang, yakni anak-anak SMA yang berminat meneruskan studinya di jurusan arsitektur, tapi harus mengurungkan niatnya lantaran minder dengan kemampuan menggambarnya yang pas-pasan.
Lantas, apakah jadi arsitek memang harus jago menggambar?
Tidak mutlak harus, tapi penting. Bayangkan kita sedang bertemu dengan klien. Nggak mungkin dong bawa-bawa laptop lalu ngutak-ngatik SketchUp atau AutoCAD sementara klien kita mengemukakan desain yang ia inginkan. Tentu sangat tidak efisien. Untuk keperluan itu, membuat sketsa dengan kertas dan pensil tetap jadi juara. Atau, dengan kemajuan teknologi sekarang, tablet dengan aplikasi free-sketching. Apapun itu, keduanya tetap butuh kemampuan menggambar yang mumpuni.



Eits, yang merasa kurang jago menggambar jangan keburu putus asa dulu. Kemampuan menggambar memang penting, tapi bukan satu-satunya syarat. Arsitek tidak sama dengan tukang gambar. Jadi, ada syarat-syarat lain yang lebih penting daripada sekedar ‘jago menggambar’, seperti:
Ide dan Konsep Rancangan yang Kuat
Gambar sebagus apapun tidak akan berarti jika konsep rancangan yang diusung biasa-biasa saja atau malah buruk. Dalam arsitektur, gambar hanyalah media atau cara penyampaian, yang utama tetap rancangannya. Gampangnya, gambar itu ibarat amplop dan konsep rancangan ibarat surat. Mana yang lebih penting, amplop atau isi suratnya?  Lagipula, bagaimana bisa membuat gambar yang bagus kalau yang mau digambar aja nggak ada?
Daya Bayang Ruang yang Baik
Arsitektur pada dasarnya adalah seni mengolah ruang. Jadi ya sudah sewajarnya seorang arsitek memiliki daya bayang ruang atau kemampuan spasial yang baik.Tidak hanya membuat gambar yang terlihat bagus, seorang arsitek juga harus bisa membayangkan bagaimana “rasanya” berada pada ruang tersebut ketika rancangan tersebut nantinya telah dibangun. Dengan begitu, rancangan yang ia hasilkan bisa lebih hidup.
Kemauan dan Ketekunan
Jago menggambar saja tidak akan cukup untuk jadi arsitek bila tidak disertai dengan kegigihan. Nyatanya, kuliah di jurusan arsitektur tidak bisa dibilang mudah. Tugasnya seabrek. Sekalipun gambarnya bagus, kalau telat mengumpulkan tugas –atau malah tidak mengumpulkan sama sekali- karena malas-malasan atau manajemen yang kurang baik, ujung-ujungnya ya dapat nilai yang jelek juga.
Begitu pun sebaliknya. Meskipun hanya memiliki kemampuan menggambar yang pas-pasan, asalkan rajin dan tekun (mengumpulkan tugas tepat waktu, sering asistensi, sering membaca-baca literatur untuk meningkatkan kualitas rancangan, dsb.), hasil yang didapat tentu sepadan.
Empat tahun perkuliahan bukanlah waktu yang singkat untuk melatih kemampuan menggambar, apalagi saat kuliah tentu juga diajarkan pula teknik-teknik menggambar yang baik. Ditambah, sistem penerimaan mahasiswa arsitektur yang sekarang menggunakan tes tulis, tidak seperti dulu yang juga disertai tes gambar.

Jadi, jangan ada lagi alasan untuk membuang mimpi menjadi seorang arsitek hanya karena kemampuan menggambar yang pas-pasan. Selamat berjuang!





Sumber  :  http://arsitektung.blogspot.com/2013/09/jadi-arsitek-harus-jago-gambar.html

TEKNIK MENGGAMBAR PERSPEKTIF




HALOOO TEMAN.....!
Untuk materi kali ini, mari kita bahas sedikit tentang gambar perspektif. Kira-kira apa sih gambar perspektif itu??? Mau tau? Ayooo kita cari tauuuu
 Perspektif secara umum berarti gambar yang digunakan untuk mengkomunikasikan objek berupa benda, ruang, lingkungan yang terlihat oleh mata manusia ke dalam biddang datar. Gambar perspektif adalah gambar yang teknisnya menggunakan titik hilang. Gambar perspektif sendiri merupakan wujud dari gambar tiga dimensi.
Gambar Perspektif Satu Titik Hilang
Perspektif 1 titik hilang berarti gambar prespektif yang terjadi saat sebuah objek dilihat dengan garis pusat pandangan tegak lurus terhadap salah satu permukaannya. Sistem perespektif ini digunakan untuk menggambar obyek (benda) yang terletak relatif dekat dengan mata. Karena letak obyek yang cukup dekat, akibatnya mata memiliki sudut pandang yang sempit, sehingga garis-garis batas benda akan menuju satu titik lenyap saja, kecuali bila sejajar dengan horizon dan tegak lurus terhadapnya. Gambar yang demikian sering disebut dengan paralel perspective sebab banyak menggunakan garis-garis bantu yang sejajar horizon dan vertikal. Penerapan gambar ini banyak digunakan pada gambar rancang bangun (desain) interior.
Berikut contoh gambar perspektif  1 titik :

Gambar Perspektif Dua Titik Hilang 
Perspektif dua titik hilang menggambarkan objek dengan menggunakan dua titik hilang yang terletak berjauhan di sebelah kanan dan kiri pada garis cakrawala.
Pespektif dengan dua titik hilang digunakan untuk menggambar perspektif obyek yang memiliki kelompok garis horizontal yang tidak sejajar dengan bidang gambar, atau dengan kata lain kelompok garis horizontal tersebut selalu membentuk sudut dengan bidang gambar. Dalam gambar arsitektur perspektif dengan dua titik hilang biasanya dipergunakan untuk menggambarkan ruang luar (eksterior) suatu bangunan. Gambar pespektif dua titik hilang merupakan gambar perspektif yang paling mudah dan banyak digunakan, hal ini dikarenakan hasilnya cenderung tidak statis dan tidak simetris sehingga lebih wajar dilihat. Dapat digunakan untuk situasi apapun baik interior maupun eksterior bangunan.
Berikut contoh gambar perspektif 2 titik :

Gambar Perspektif Tiga Titik Hilang
Gambar perspektif tiga titik hilang pada dasarnya menggunakan Eye Tingkat Rendah. Teknik ini merupakan bentuk yang paling kompleks gambar perspektif. Tiga perspektif titik menggunakan tiga set garis ortogonal dan tiga titik hilang untuk menarik setiap objek. Teknik ini paling sering digunakan ketika menggambar bangunan dilihat dari tingkat mata-rendah atau tinggi. Tingkat mata rendah dalam ilustrasi kita di atas menciptakan ilusi bahwa bentuk kotak adalah menjulang di atas kami. Secara alami memberi skala dari bangunan tinggi. Dalam satu dan dua perspektif titik, gambar pesawat tetap pada sudut kanan ke tanah pesawat.
Contoh gambar perspektif 3 titik :

 
Hemm gimana sih tekni menggambar perspektif itu?????
Teknik ini tercipta karena keterbatasarn jarak pandang mata kita dalam melihat objek. Semakin jauh jarak mata dengan benda, semakin kecil pula penampakannya dan bahkan akan hilang dari pandangan pada jarak tertentu. Sebaliknya, semakin dekat jarak mata kita dengan benda, maka benda tersebut akan terlihat semakin besar. Secara teknis, perspektif terdiri dari perspektif satu titik mata, 2 titik mata, dan tiga titik mata.
A. Perspektif 1 Titik MataPada dasarnya, perspektif satu titik mata, dua titik mata, dan tiga titik mata bisa dibagi lagi menjadi berbagai sudut pandang berdasarkan posisi mata kita berada. Lebih sederhananya, sudut pandang bisa dibagi menjadi menjadi 3 macam sudut pandang, yaitu sudut pandang mata burung, sudut pandang normal, sudut pandang mata kucing.



a. Sudut pandang mata burung. 
Pada sudut pandang mata burung, mata kita seolah-olah berada di atas dan melihat objek berada di bawah. Jadi, letak garis horizon berada pada garis itu, bisa di bagian kiri, tengah, atau kanan. Bahkan bisa juga ditelakkan di luar bidang gambar. Setiap objek yang digambar, garisnya bersumber dari titik mata.

b. Sudut pandang normal 
Pada sudut pandang normal, diri kita seolah-olah berdiri normal memandang lurus kedepan. Dengan demikian, bagian atas dan bagian bawah nya terlihat seimbang. Letak garis horizon tepat di tengah-tengah bidang dan titik mata bisa diletakkan di mana saja pada garis tersebut. Semua objek yang digambar garisnya berasal dari satu titik mata.

c. Sudut pandang mata kucing 
Pada sudut pandang ini, seolah-olah mata kita dalam posisi tiarap dan melihat kedepan sehingga penampakan objek bagian atas akan lebih domain. Letak Garis horizon di bagian bawah bidang gambar dan letak titik hilang pada garis horizon. TItik mata ini dijadikan pusat untuk menarik garis dalam menggambarkan setiap objek benda.
B. Perspektif 2 Titik Mata
Secara teknis, perspektif 2 titik mata hampir sama dengan teknik perspektif 1 titik mata. Pada teknik perspektif 2 titik mata, pada garis horizon terdapat 2 titik fokus. Persimpangan garis yang berasal dari 2 titik mata ini akan membentuk sebuah sudut. Biasanya, jika jarak antara 2 titik ini terlalu dekat, penampakan objek gambar mengalami distorsi. Tahapan untuk menggambar teknik perpektif 2 titik mata juga hampir sama dengan teknik perspektif 1 titik mata, 
C. Perspektif 3 Titik Mata
Perspektif dengan 3 titik mata biasanya hanya dipakai untuk menggambarkan sesuatu yang sangat luas, besar, tinggi, dan secara visual mengalami distorsi yang sangt ekstim.

Biasanya teknik ini dipakai untuk menggambar outdoor dan sudut pandang dari udara, meskipun bisa juga dipakai untuk sudut pandang dari bawah(sudut pandang mata kucing). Agar tidak mengalami distorsi yang berlebihan, sebaiknya titik mata diletakkan jauh diluar bidang gambar.

Pada dasarnya, teknik dan tahapan menggambar perspektif 3 titik mata ini hampir sama dengan teknik menggambar dengan perspektif 1 dan 2 titik mata.
Garis horizon tidak selamanya harus diletakkan horizontal, namun bisa juga diagonal untuk menggambarkan impresi yang berbeda.

Menentukan Sudut Pandang dan Titik Mata

Kadang kita menemui gambar perspektif yang terlihat tidak seimbang atau beberapa furniturnya terpotong. Permasalahan ini dapat di atasi dengan cara:
  - Garis Horison dapat diturunkan atau dinaikkan sehingga bagian objek dapat terjangkau oleh sudut
    pandang pengamat.
  - Kedudukan pengamat dimundurkan lebih jauh dari bidang gambar sehingga seluruh bagian objek dapat
    terjangkau oleh sudut pandang pengamat.
Untuk menentukan titik mata dapat dengan cara menentukan terlebih dahulu bagian ruang yang akan ditampilkan secara maksimal. Pada perspektif satu titik, bila bagian ruang yang akan ditampilkan adalah bagian kanan, maka titik mata cenderung berada di sebelah kiri menjauhi garis normal dan bagian kanan ruang pada gambar. Cara ini berlaku untuk bagian ruang lainnya (kiri, atas dan bawah). Sedangkan pada perspektif dua titik, bila bagian ruang yang akan ditampilkan adalah bagian kanan, maka titik mata sebelah kiri akan menjauhi dan titik mata kanan akan mendekati bagian kanan ruang pada gambar.
 

GAMBAR PROYEKSI

GAMBAR PROYEKSI ORTOGONAL
Berikut ini akan dibicarakan tentang Gambar Proyeksi Ortogonal secara terinci. Gambar proyeksi ortogonal yang lazim digunakan ada dua cara yaitu cara Eropa dan cara Amerika. Pada cara Eropa mempergunakan tiga bidang proyeksi saling berpotongan tegak lurus satu sama yang lain, di mana benda yang diproyeksikan berada di antara ketiga bidang tersebut. Sedangkan cara Amerika mempergunakan enam bidang proyeksi yaitu benda dipandang dari enam sisi. Berikut yang dibahas hanya gambar proyeksi cara Eropa.
Perpotongan di antara tiga bidang proyeksi cara Eropa akan membentuk sebuah ruangan yang disebut dengan ruang nyata. Bidang-bidang proyeksi tersebut adalah :
  1. Bidang mendatar, disebut Bidang Proyeksi 1 (benda dilihat dari arah atas)
  2. Bidang tegak, disebut Bidang Proyeksi 2 (benda dilihat dari arah depan)
  3. Bidang samping, disebut Bidang Proyeksi 3 (benda dilihat dari arah samping)
Perhatikan gambar berikut ini!
Selanjutnya, dari gambar di atas dapat kita lihat bahwa perpotongan tiga bidang proyeksi tersebut membentuk tiga buah sumbu, masing-masing adalah :
  1. Sumbu o-x, sebagai perpotongan bidang P1 dan P2.
  2. Sumbu o-y, sebagai perpotongan bidang P1 dan P3.
  3. Sumbu o-z, sebagai perpotongan bidang P2 dan P3
Susunan bidang-bidang proyeksi seperti di atas yang membentuk ruang nyata disebut dengan bidang gambar proyeksi stereometri. Dalam gambar stereometri ini, di samping menampilkan gambar proyeksi 1, 2, dan 3 juga menampilkan gambar ruang objeknya. Dari bentuk gambar stereometri akan disederhanakan menjadi bentuk gambar proyeksinya saja.
Perhatikan bentuk gambar berikut.
Penjelasan gambar
Untuk mendapatkan bidang-bidang proyeksi yang datar, dilakukan langkah-langkah sebagai berikut :
  1. Sumbu o-x dan o-z dianggap sebagai engsel, sedangkan sumbu o-y dianggap dapat dibagi menjadi dua bilah.
  2. Bidang P1 diputar ke bawah hingga datar dengan bidang P2.
  3. Bidang P3 diputar ke samping hingga datar dengan P3 (perhatikan Gambar. B).
Setelah memahami bagaimana terbentuknya bidang-bidang proyeksi dan sumbu-sumbu proyeksi, sekarang kita mulai membuat gambar proyeksi itu sendiri. Kita akan mempelajarinya secara bertahap, dimulai dari proyeksi sebuah titik, kemudian garis, bidang, baru selanjutnya memproyeksikan suatu benda (benda geometris tiga dimensi).
A. Proyeksi Sebuah Titik
Untuk membuat gambar proyeksi dari sebuah titik, atau juga objek lainnya, sebaiknya dilakukan dua tahapan kerja, yang pertama membuat gambar stereometrinya dan kedua membuat gambar proyeksinya. Berikut ini perhatikan gambar proyeksi titik A yang terletak 2 cm di atas bidang P1, 1 cm di depan bidang P2 dan 3 cm di samping bidang P3.
Perhatikan bentuk gambar berikut.
Penjelasan gambar
1) Titik A1 adalah proyeksi titik A pada bidang P1 dengan koordinat (x,y) dengan nilai (3,1). Tarik garis proyeksi dari nilai x tegak lurus sumbu o-x dengan jarak nilai y dan sebaliknya.
2) Titik A2 adalah proyeksi titik A pada bidang P2 dengan koordinat (x,z) dengan nilai (3,2). Tarik garis proyeksi dari nilai x tegak lurus sumbu o-x dengan jarak nilai z dan sebaliknya.
3) Titik A3 adalah proyeksi titik A pada bidang P3 dengan koordinat (y,z) dengan nilai (1,2). Tarik garis proyeksi dari nilai y tegak lurus sumbu o-y dengan jarak nilai z dan sebaliknya.
4) Titik A pada gambar stereometri adalah benda yang sebenarnya dengan koordinat (x,y,z) dengan nilai (3,1,2). Titik A didapat dengan menarik garis proyeksi dari titik A1, A2 dan A3 tegak lurus dengan bidang-bidang proyeksinya.
Latihan Soal :
1. Diketahui titik B yang terletak pada koordinat (4,3,5). Cari dan buat gambar stereometri serta gambar proyeksinya!
2. Diketahui titik C dengan koordinat (4, 6, 0). Cari dan buat gambar stereometri serta gambar proyeksinya!
B. Gambar Proyeksi Sebuah Garis
Menggambar proyeksi sebuah garis dapat diartikan menggambar proyeksi dua buah titik. Namun dalam membuat gambar proyeksinya harus kita pandang sebagai sebuah garis yang utuh, hal itu menyebabkan terdapatnya beberapa kemungkinan hasil gambar proyeksi sebyah garis, antara lain :
  • Proyeksi dari sebuah garis lurus akan berupa garis lurus juga, tetapi bila garis tersebut tegak lurus dengan bidang proyeksinya maka hasil proyeksinya berupa sebuah titik.
  • Proyeksi dari sebuah garis yang sejajar dengan bidang priyeksinya maka hasil proyeksinya akan sama panjang dengan garis tersebut, dan bila sebuah garis yang tidak sejajar dan tidak tegak lurus dengan bidang proyeksinya maka hasil proyeksinya lebih pendek dari garis tersebut.
Perhatikan dan pelajari gambar-gambar berikut.
Latihan Soal :
1. Diketahui garis BC dengan koordinat titik B (1,2,3,). Garis BC panjangnya 5 cm dan sejajar dengan sumbu o-y Cari dan buat gambar stereometri serta gambar proyeksinya!
2. Diketahui garis CD dengan koordinat titik C (2,2,1). Garis CD = 6 cm yang semula sejajar dengan sumbu o-z, kemudian diputar kekanan hingga membentuk sudut 450 dengan sumbu o-x Cari dan buat gambar stereometri serta gambar proyeksinya!
C. Gambar Proyeksi Sebuah Bidang
Sebuah bidang dibentuk oleh tiga buah garis atau lebih. Oleh karena itu, untuk membuat gambar proyeksi sebuah bidang sama dengan memproyeksi beberapa buah garis. Kemungkinan-kemungkinan yang terjadi pada proyeksi garis dapat berlaku juga pada proyeksi bidang.
Perhatikan dan pelajari gambar berikut.
Penjelasan Gambar
  • Bidang ABCD gambar proyeksinya pada bidang P1 berupa sebuah garis yang sama panjang dengan sisi AB, sejajar sumbu o-x atau tegak lurus sumbu o-y.
  • Proyeksi bidang ABCD pada bidang P2 berupa bidang yang sama besar dengan bidang asalnya, bidang tersebut sejajar dengan bidang P2 dan tegak lurus dengan bidang P1 dan P3.
  • Proyeksi bidang ABCD pada bidang P3 berupa sebuah garis yang sama panjang dengan sisi BC, sejajar sumbu o-z dan tegak lurus sumbu o-y.
Penjelasan gambar
  • Gambar Proyeksi pada bidang P1, P2 dan P3 berupa bidang segitiga.
  • Ketiga segitiga pada masing-masing bidang proyeksi tidak ada yang ukuranya dengan segitiga asalnya yaitu segitiga EFG, ini disebabkan karena letak dari segitiga EFG tidak sejajar dan tidak tegak lurus dengan bidang-bidang proyeksinya.
Latihan Soal :
1. Diketahui bidang berbentuk ‘T’ dengan koordinat titik A (3,2,1,). Garis AB // dengan sumbu o-x dan garis BC // dengan sumbu o-z Cari dan buat gambar stereometri serta gambar proyeksinya!
2. Diketahui Bidang segi-empat ABCD dengan koordinat titik A (2,2,1). Garis AB = 6 cm // dengan sumbu o-y dan garis BC = 7 cm // sumbu o-z. Bidang ABCD semula sejajar dengan bidang P3, kemudian diputar ke kanan dengan garis AB sebagai sumbu putar hingga membentuk sudut 450 dengan bidang P1. Cari dan buat gambar stereometri serta gambar proyeksinya!
D. Gambar Proyeksi Sebuah Benda Tiga Dimensi
Memproyeksikan sebuah benda tiga dimensi seperti kubus, balok, limas dan sebagainya sama artinya memproyeksikan beberapa buah bidang. Kemungkinan gambar proyeksinya pada bidang P1,P2 dan P3 berupa sebuah bidang.
Perhatikan gambar berikut dan pelajarilah.
Ketentuan gambar proyeksi balok di atas adalah sebagai berikut.
Ditentukan proyeksi balok dengan kordinat titik A (1,1,1), Garis AB
panjangnya 5 cm sejajar dengan sumbu o-x dan tegak lurus sumbu o-y. Garis BC panjangnya 4 cm sejajar sumbu o-y dan tegak lurus sumbu o-x. Alas balok adalah bidang ABCD sejajar dengan bidang P1. Tinggi balok 2,5 cm.
Latihan Soal:
1. Diketahui bentuk bangun di bawah ini, dengan ketentuan sebagai berikut :
Titik A terletak pada koordinat (3,2,1), garis AB sejajar dengan sumbu o-x dan bidang alas bangun (bidang ABCD) sejajar dengan bidang P1. Buatlah gambar proyeksinya !
Ketentuan garis :
Garis tepi : 0,8mm tinta hitam
Garis sumbu : 0,6mm tinta hitam
Garis gambar proyeksi : 0,8 mm tinta hitam
Garis konstruksi : 0,1 mm tinta merah
2. Diketahui bentuk bangun di bawah ini, dengan ketentuan sebagai berikut :
Titik A terletak pada koordinat (2,2,1), garis AB sejajar dengan sumbu o-x dan bidang alas bangun (bidang ABCD) sejajar dengan bidang P1. Buatlah gambar proyeksinya dan diarsir rapi dengan pensil tipis!
Ketentuan garis :
Garis tepi : 0,8 mm tinta hitam
Garis sumbu : 0,6 mm tinta hitam
Garis gambar proyeksi : 0,8 mm tinta hitam
Garis konstruksi : 0,1 mm tinta merah
3. Diketahui bentuk bangun di bawah ini, dengan ketentuan sebagai berikut :
Titik A terletak pada koordinat (1,2,1), garis AB sejajar dengan sumbu o-x dan bidang alas bangun (bidang ABCD) sejajar dengan bidang P1. Buatlah gambar proyeksinya dan diarsir rapi dengan pensil tipis!
Ketentuan garis :
Garis tepi : 0,8 mm tinta hitam
Garis sumbu : 0,6 mm tinta hitam
Garis gambar proyeksi : 0,8 mm tinta hitam
Garis konstruksi : 0,1 mm tinta merah




sumber  :  http://sumberilmu.info/2008/07/21/112/